Category Archives: Indonesia

Berita Bola Liga Indonesia Paling Komplit dan Gres dari Sang Master Bola

Persela Dipecundangi Bhayangkara di Kandang Sendiri

Persela Dipecundangi Bhayangkara di Kandang Sendiri
Persela Dipecundangi Bhayangkara di Kandang Sendiri

Saat melakoni laga lanjutan Liga 1 Gojek Traveloka, Persela lamongan harus ikhlas mendapat malu di kandang sendiri. Pasalnya, mereka harus keok 1 – 3 saat menyambut kedatangan Bhayangkara FC di Stadion Surajaya kemarin (Senin, 17 / 7 / 2017) sore WIB.

Sedari awal laga dimulai, Bhyangkara sudah menekan dan berhasil mencipta keunggulan lewat gol Thiago Furtuoso pada menit ke 44. Begitu pun pada babak ke 2, klub besutan Simon McMenemy itu kembali menggandakan angka di papan skor saat laga memasuki menit ke 75. Kala itu, Bhayangkara dihadiahi tendangan penalti oleh wasit yang berhasil dieksekusi dengan baik oleh Paulo Sergio.

Lantaran sudah merasa unggul 2 – 0, Bhayangkara sempat terlena dan kecolongan pada menit ke 87. Saat itu, giliran Samsul Arifin yang menggetarkan papan skor dan merubah kedudukan sementara menjadi 1 – 2 untuk tim tuan rumah. Namun Bhayangkara yang nampak benar-benar ingin memantapkan kemenangan mereka, kembali bikin gol di menit-menit injury time. Adalah Thiago Furtuoso yang membuat kubu tamu mutlak menjadi pemenang, karena sulit untuk disusul lagi. Alhasil Bhayangkara pun pulang dengan kemenangan 3 – 1 atas Persela.

Mendapati anak didiknya dibantai habis-habisan oleh Bhayangkara, Heri Kiswanto selaku pelatih Persela dengan jantan tidak mengeles. Ia mengaku kalau banyak blunder yang dilakukan anak didiknya di lapangan, dimana itu berbalik menjadi kans bagi Bhayangkara untuk bermanuver dan mengkonter.

“Sebetulnya pola permainan Bhayangkara ga istimewa-istimewa amat, cuma mereka pintar ambil peluang dari kesalahan yang kami buat. Jadi sistemnya lebih kepada konter attack”, jelas Heri.

“Namun apapun itu penjelasan saya, tim kami tetap kalah dan saya bertanggungjawab untuk segera melakukan evaluasi. Masih banyak yang harus dilakukan kedepan, jadi saya juga mendorong anak-anak didik saya untuk tidak terlalu larut dengan kekalahan ini”, imbuh mantan bek asal Aceh itu.

Sementara Simon McMenemy yang melatih Bhayangkara justru mengatakan pola bermain mereka sudah sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Strategi menahan laju bola yang digiring Persela ke barisan pertahanan mereka, dan berlanjut kepada konter attack sukses mereka terapkan.

“Dari awal memang kami sudah membuat Persela kehilangan power untuk menembus pertahanan kami. Mental bertanding mereka juga sudah hancur, begitu kami golkan di awal-awal”, papar Simon.

Dengan hasil pertandingan kemarin, maka Persela masih harus stag di ranking 10 dengan koleksi 20 angka yang diraup dari 15 kali merumput. Sedangkan, Bhayangkara sebagai pihak yang menang langsung merayap ke ranking 4 dengan saldo terpaut 7 angka lebih banyak daripada Persela. Dimana, koleksi poin tersebut sama-sama diraih dari 15 kali bertanding.

Pelatih Fakhri Punya Taktik Jitu Sendiri, Buat Berkompetisi di Piala AFF U-15

Pelatih Fakhri Punya Taktik Jitu Sendiri, Buat Berkompetisi di Piala AFF U-15
Pelatih Fakhri Punya Taktik Jitu Sendiri, Buat Berkompetisi di Piala AFF U-15

Timnas Garuda Muda U-16 bakal berkompetisi di ajang Piala AFF U – 15 di Thailand pada Juli 2017 mendatang. Sang pelatih sudah memperingatkan anak didiknya, bahwa laga perdana kontra Myanmar sangatlah penting.

Usai merebut titel di Thien Phong Plastic Cup 2017 Vietnam pada Sabtu, 17 / 6 / 2017 pekan lalu, Hamsah Lestaluhu cs sontak cuma memiliki waktu 2 minggu untuk menggenjot menuju Piala AFF. Malahan, mereka sampai-sampai harus meng- ikhlaskan waktu Lebaran mereka untuk menjalani sesi latihan di Cijantung mulai Senin, 26 / 6 / 2017.

Setelah mengecek pengkategorian grup, Timnas U-16 diperkirakan bakal bertemu dengan rival-rival yang berat. Mereka masuk didalam Grup A berbarengan dengan Myanmar, Australia, Laos, Singapura dan juga tim tuan rumah, Thailand.

Diantara rival-rival mereka itu, melawan Myanmar jadi prioritas Fakhri Husaini. Duel itu digelar pada tanggal 9 / 7 / 2017 di Princess Sirindhorn Stadium Chonburi. Dimana sebelumnya, Myanmar adalah tim yang pernah menggasak piala pada Piala AFF 2002 dan 2005.

Fakhri juga menasehati timnya untuk benar-benar waspada saat menghadapi Myanmar nanti. Pasalnya, laga pertama bakal jadi penentu penampilan di laga-laga selanjutnya.

“Laga pertama pasti punya andil buat laga-laga selanjutnya, apalagi di turnamen. Kami tidak memiliki banyak laga, cuma 5 kali tanding saja. Tentu saja di tiap-tiap laga, kami harus meraup poin semaksimal mungkin,” ujar Fakhri saat disambangi di lapangan Atang Sutresna Cijantung Jakarta siang tadi (Rabu, 20 / 6 / 2017).

“Laga kontra Myanmar adalah laga pembuka bagi timnas. Ini selalu saya ingatkan ke mereka. Tiap laga ya penting, tapi laga pertama itu sangat teramat penting. Sebab laga pertama itulah yang akan menentukan laju kami kedepan,” imbuhnya.

Saat merumput di turnamen Vietnam, timnas Indonesia U-16 sukses menggilas Myanmar dengan skor akhir 4 – 1. Namun begitu, kemenangan itu betul-betul didapat dengan susah. Fakhri mewanti-wanti agar anak didiknya tidak lantas jadi terlena, karena sudah menang lawan Myanmar. Hal yang tidak diduga sebelumnya, bisa saja terjadi.

“Myanmar itu squad yang mentalnya bagus dan sangat solid. Kemarin saja, kami sudah ngos-ngosan lawan Myanmar. Selain pressure yang mereka berikan sangat tangguh, cara bermain mereka pun juga sangat oke. Vietnam saja juga dibikin kewalahan kala berhadapan dengan mereka, walaupun toh Vietnam akhirnya bisa menang”, tukas Fakhri.

“Saya sendiri tidak tahu apakah Myanmar bakal membawa perubahan signifikan atau tidak, tapi yang sudah bisa jelas terlihat pas kemarin itu mereka merupakan tim yang sangat solid. Nah, makanya kami benar-benar harus waspada. Bagusnya, kemenangan timnas kemarin menjadi peningkat kepercayaan mereka”.

Tertkait strategi bermain, Fakhri sendiri sudah mmepersiapkan skemanya dengan matang. Termasuk rencana cadangan, jika terjadi sesuatu yang di luar dugaan.

“Ada rencana B lah buat jaga-jaga. Takutnya formasi 4-3-3 kami sudah terbaca. Soalnya kami kan selalu bermain dengan pola itu. Yang bisa kami otak-atik lagi itu siapa-siapa saja yang bakal saya mainkan. Saya tidak pernah memakai pemain yang terus-menerus sama di Vietnam kemarin. Jadi 6 pemain yang saya turunkan saat melawan Myanmar, tidak saya mainkan sata melawan Vietnam. Begitu juga saat kami melawan China Taipei. Saya pakai pemain yang baru”, jelasnya.

Dengan skema yang dibeberkannya itu, Fakhri mau menegaskan kalau tim nya tidak pernah menggantungkan diri kepada 1 pemain saja. Misalkan saja Rendy Juliansyah. Walau ia adalah top skorer di turnamen Vietnam kemarin, timnas tidak pernah secara monoton merumputkan dia. Semua bisa dimainkan atau tidak dimainkan berdasarkan kondisi bertanding saat itu.

“Sya punya banyak pemain depan. makanya saya tidak cuma bergantung kepada Rendy saja. Itu sudah jadi prinsip saya dalam mengorganisir tim. Ini selalu saya terapkan di tim manapun saya melatih”, katanya mencukupkan sesi wawancaranya dengan para wartawan.

Demi Latihan Serius, Timnas U-16 Ga Libur Pas Lebaran

Demi Latihan Serius, Timnas U-16 Ga Libur Pas Lebaran
Demi Latihan Serius, Timnas U-16 Ga Libur Pas Lebaran

Mengingat jadwal kompetisi Piala AFF U-15 yang bakal berlangsung sebentar lagi, yakni Juli 2017, Garuda Muda U-16 tidak memperoleh jatah libur pas Lebaran tahun ini.

Agenda timnas U-16 memang sudah padat semenjak memasuki bulan puasa. Usai menjuarai turnamen di Vietnam (Tien phong Plastic Cup 2017), Hamsa Lestaluhu cs sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi Piala AFF U-15 pada tanggal 9 hingga 22 Juli 2017 mendatang di Thailand. Sontak, menikmati liburan panjang saat Hari Idul Fitri pun tinggalah mimpi belaka.

Tidak diperbolehkan pulang kampung, semua pemain akan dikarantina di Cijantung. Namun begitu, sang pelatih Fakhri Husaini berencana untuk menggelar aktifitas makan ketupat bareng. Hal ini dilakukan pelatih 54 tahun itu, agar anak-anak didiknya tidak stress.

“Terpaksa Lebaran tahun ini kami tidak bisa libur panjang. Agenda kami soalnya mepet sekali. Sebentar lagi kan harus terbang ke Thailand buat ikut Piala AFF U-15, jadi kami pun harus serius latihan”, ujar Fakhri saat disambangi di mess.

“Tapi biar semua pemain dan kami tidak stress, saya dan tim pelatih berencana menggelar acara Lebaran di mess. Kita nanti makan ketupat bareng-bareng, lah setelah menjalankan Sholat Ied. Saya sudah konsultasi dengan dokter gizi timnas. Kata beliau boleh lah pas hari H makan ketupat, toh sehari-hari sudah makan beras merah melulu”, sambung Fakhri.

Selain berencana menggelar acara makan ketupat, Indra juga berencana untuk memanggil para orangtua anak-anak didiknya. Sehingga, para pemain tetap bisa bermaaf-maafan langsung dengan keluarga mereka. Namun begitu, hal ini belum tentu bisa terealisasi. Melihat hampir semuanya tinggal di kampung dan harus menggelar aktifitas Lebaran masing-masing.

“Saya juga punya wacana untuk memanggil orangtua mereka (pemain timnas), cuma memang belum tentu kesampaian. Kan, mereka rata-rata tinggal di kampung dan sedang ber- Lebaran bersama keluarga”, paparnya.

“Yang kami izinkan untuk pulang sebentar untuk mengunjungi orangtuanya, cuma para pemain yang memang berdomisili di Jakarta. Jadi mereka diperbolehkan pulang sejak H minus 1, yaitu hari Minggu, 25 Juni 2017 dan keesokan siangnya sudah harus ada di mess lagi. Dikarenakan, jadwal latihan sudah dimulai pada hari Senin, 26 Juni 2017. Walaupun bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri”, tutup Fakhri.

Latihan intensif di Pelatnas Cijantung, bakal dijalani para Garuda Muda sampai jadwal keberangkatan ke Negeri Gajah Putih tiba. Yaitu, antara tanggal 4 / 5 Juli 2017 mendatang.