Pelatih Fakhri Punya Taktik Jitu Sendiri, Buat Berkompetisi di Piala AFF U-15

Pelatih Fakhri Punya Taktik Jitu Sendiri, Buat Berkompetisi di Piala AFF U-15
Pelatih Fakhri Punya Taktik Jitu Sendiri, Buat Berkompetisi di Piala AFF U-15

Timnas Garuda Muda U-16 bakal berkompetisi di ajang Piala AFF U – 15 di Thailand pada Juli 2017 mendatang. Sang pelatih sudah memperingatkan anak didiknya, bahwa laga perdana kontra Myanmar sangatlah penting.

Usai merebut titel di Thien Phong Plastic Cup 2017 Vietnam pada Sabtu, 17 / 6 / 2017 pekan lalu, Hamsah Lestaluhu cs sontak cuma memiliki waktu 2 minggu untuk menggenjot menuju Piala AFF. Malahan, mereka sampai-sampai harus meng- ikhlaskan waktu Lebaran mereka untuk menjalani sesi latihan di Cijantung mulai Senin, 26 / 6 / 2017.

Setelah mengecek pengkategorian grup, Timnas U-16 diperkirakan bakal bertemu dengan rival-rival yang berat. Mereka masuk didalam Grup A berbarengan dengan Myanmar, Australia, Laos, Singapura dan juga tim tuan rumah, Thailand.

Diantara rival-rival mereka itu, melawan Myanmar jadi prioritas Fakhri Husaini. Duel itu digelar pada tanggal 9 / 7 / 2017 di Princess Sirindhorn Stadium Chonburi. Dimana sebelumnya, Myanmar adalah tim yang pernah menggasak piala pada Piala AFF 2002 dan 2005.

Fakhri juga menasehati timnya untuk benar-benar waspada saat menghadapi Myanmar nanti. Pasalnya, laga pertama bakal jadi penentu penampilan di laga-laga selanjutnya.

“Laga pertama pasti punya andil buat laga-laga selanjutnya, apalagi di turnamen. Kami tidak memiliki banyak laga, cuma 5 kali tanding saja. Tentu saja di tiap-tiap laga, kami harus meraup poin semaksimal mungkin,” ujar Fakhri saat disambangi di lapangan Atang Sutresna Cijantung Jakarta siang tadi (Rabu, 20 / 6 / 2017).

“Laga kontra Myanmar adalah laga pembuka bagi timnas. Ini selalu saya ingatkan ke mereka. Tiap laga ya penting, tapi laga pertama itu sangat teramat penting. Sebab laga pertama itulah yang akan menentukan laju kami kedepan,” imbuhnya.

Saat merumput di turnamen Vietnam, timnas Indonesia U-16 sukses menggilas Myanmar dengan skor akhir 4 – 1. Namun begitu, kemenangan itu betul-betul didapat dengan susah. Fakhri mewanti-wanti agar anak didiknya tidak lantas jadi terlena, karena sudah menang lawan Myanmar. Hal yang tidak diduga sebelumnya, bisa saja terjadi.

“Myanmar itu squad yang mentalnya bagus dan sangat solid. Kemarin saja, kami sudah ngos-ngosan lawan Myanmar. Selain pressure yang mereka berikan sangat tangguh, cara bermain mereka pun juga sangat oke. Vietnam saja juga dibikin kewalahan kala berhadapan dengan mereka, walaupun toh Vietnam akhirnya bisa menang”, tukas Fakhri.

“Saya sendiri tidak tahu apakah Myanmar bakal membawa perubahan signifikan atau tidak, tapi yang sudah bisa jelas terlihat pas kemarin itu mereka merupakan tim yang sangat solid. Nah, makanya kami benar-benar harus waspada. Bagusnya, kemenangan timnas kemarin menjadi peningkat kepercayaan mereka”.

Tertkait strategi bermain, Fakhri sendiri sudah mmepersiapkan skemanya dengan matang. Termasuk rencana cadangan, jika terjadi sesuatu yang di luar dugaan.

“Ada rencana B lah buat jaga-jaga. Takutnya formasi 4-3-3 kami sudah terbaca. Soalnya kami kan selalu bermain dengan pola itu. Yang bisa kami otak-atik lagi itu siapa-siapa saja yang bakal saya mainkan. Saya tidak pernah memakai pemain yang terus-menerus sama di Vietnam kemarin. Jadi 6 pemain yang saya turunkan saat melawan Myanmar, tidak saya mainkan sata melawan Vietnam. Begitu juga saat kami melawan China Taipei. Saya pakai pemain yang baru”, jelasnya.

Dengan skema yang dibeberkannya itu, Fakhri mau menegaskan kalau tim nya tidak pernah menggantungkan diri kepada 1 pemain saja. Misalkan saja Rendy Juliansyah. Walau ia adalah top skorer di turnamen Vietnam kemarin, timnas tidak pernah secara monoton merumputkan dia. Semua bisa dimainkan atau tidak dimainkan berdasarkan kondisi bertanding saat itu.

“Sya punya banyak pemain depan. makanya saya tidak cuma bergantung kepada Rendy saja. Itu sudah jadi prinsip saya dalam mengorganisir tim. Ini selalu saya terapkan di tim manapun saya melatih”, katanya mencukupkan sesi wawancaranya dengan para wartawan.

Berita Terkait: